Selasa, 08 Mei 2018

UJIAN

TUGAS AKHIR VI

1.motivasi saya belajar di kursus in adalah saya ingin lebih memperdalam ilmu tentang internet agar bila ada tugas atau apapun bisa memgunakan internet dengan lebih baik tidak hanya itu saja saya bisa menguanakan internet untuk berbelanja online atau mengaploud video ke dlam internet ,mungkin itu saja walaupun masih banyak motivasi saya untuk belajar di sini tapi saya tidak bisa menuliskanya lebih lanjut
2.pesan sya untuk kalian semua yang masih belum bisa mengunakan interne atau komputer ikut saja deh kursus ini ,didalam kursus in ifasilitas yang di sediakan cukp lengkap dan pengalaman praktek nya juga banyak
kesan saya selama di sini adalah kadang ada yang meyenangkan dan ada pula yang tidak menyenangkan karena disini kadang ada pelajartan yang tidak saya sukai dan ada pula yang saya sukai
3.sya rasa ilmusaya serap di dalam kursus ini adalah 75 persen yang di miliki ibuk pengajar


TUGAS TIK III

TUGAS TIK IV

TUGAS TIK V

TUGAS TIK IV



ujian

tugas tik II


Jumat, 04 Mei 2018

Mengatasi digigit Ular berbisa

Ular yang berbisa seperti ular sendok (cobra), ular cincin (ulo welang), dan jenis ular berbisa lainnya, apabila menggigit akan menyebabkan rasa sakit yang teramat sangat pada bagian yang digigitnya. Gigitan ular berbisa ini juga meninggalkan bekas bengkak kemerah-merahan dan apabila tidak segera ditangani dapat menyebabkan kematian, karena racunnya akan menyebar keseluruh tubuh dalam beberapa menit atau jam saja. Badan seseorang yang terkena gigitan ular berbisa dalam beberapa menit akan menjadi lemah, bersamaan dengan rasa mual dan muntah serta mengeluarkan air liur berbuih.
Saat itu terjadi, usahakan Anda bergerak seminim mungkin karena pergerakan tubuh yang aktif akan memercepat penyebaran racun. Pertolongan pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mengikat anggota tubuh yang tergigit menggunakan sabuk atau kain. Jangan lupa ingat jenis, bentuk, dan warna ular yang menggigit Anda agar petugas medis dapat memberikan zat anti racun yang tepat.
Apabila kebetulan jauh dari pertolongan medis, Langkah-langkah pengobatan alternatifnya yang bisa Anda lakukan adalah ambil ¼ genggam daun Meniran, 1/3 genggam daun Sambiloto, ¼ genggam daun Sembung atau daun Cengkeh, 3 butir bawang putih, 2 jari Gula aren. Kemudian semua ramuan tadi rebus dengan 4 gelas air hingga menjadi setengahnya. Tunggu sampai dingin terlebih dahulu kemudian disaring. Ramuan ini diminum 2 sampai 3 kali sehari, sekali minum 3/4 gelas. Tanaman seperti ini masih mudah d

Mengatasi disengat Kalajengking dan Lipan

Apabila Anda atau salah satu dari keluarga Anda terkena sengatan hewan melata seperti kalajengking atau lipan yang dikenal juga dengan nama kelabang, cara pengobatannya cukup mudah hanya dengan mengolesi minyak tanah yang telah dicampur dengan garam. Ramuan tersebut dioleskan pada tubuh yang terkena gigitan atau sengatan dari kalajengking maupun lipan tersebut. Lakukan ini secara berulang-ulang untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Anda juga bisa melakukan pengobatan dengan menggunakan daun Ngokilo atau daun Sambiloto yang ditumbuk halus ditambah

Mengatasi disengat Serangga lebah

Disengat serangga seperti Lebah atau Tawon, Kutu, Laba-Laba, Semut Londo dan lain sebagainya menyebabkan rasa sakit gatal dan terasa panas, serta juga akan meninggalkan bekas. Selain itu yang paling parahnya lagi bisa meracuni seluruh tubuh. Gejala yang umum ketika racun dari sengatan serangga itu menjalar adalah urat menjadi kejang, kepala pusing, demam, berkeringat dingin, sesak nafas disertai muntah.
Langkah langkah pengobatannya adalah sebagai berikut, siapkan 6 siung bawang putih dikupas dan di tumbuk halus. Lalu kemudian gunakan untuk menutupi luka atau bekas gigitan serangga tersebut. Atau Anda juga bisa menggunakan pepaya yang masih muda, yaitu dengan cara mengambil getahnya beberapa tetes lalu teteskan pada luka bekas gigitan atau sengatan serangga tersebut. Ternyata bukan hanya itu saja, Anda juga bisa menggunakan daun Sambiloto dan Tembakau secukupnya. Kemudian sama seperti cara yang Luvizhea.com jelaskan sebelumnya, yaitu tempelkan pada bagian bekas senggatan, lalu balut dengan kain kasa. Untuk hasil yang maksimal, lakukan cara ini 2 kali sehari sampai rasa bengkak dan sakit yang timbul benar-benar sembuh.
Bagaimana untuk penanganan dari gigitan serangga tomcat? kerena tomcat dikenal mengandung racun jenis Paederin yang dapat menyebabkan kulit mengalami iritasi atau melepuh seperti herpes. Langkah pengobatannya, Anda bisa menggunakan Minyak goreng yang diaduk dengan garam dapur. ini adalah penawar racun apabila Anda digigit tomcat.
garam sedikit, dan diseduh dengan air panas 1 gelas. Selanjutnya ramuan yang diseduh air tersebut disaring dan dicampur dengan telur ayam kampung 1 butir. maka rasa sakit dan nyeri akibat bisa tersebut akan segera hilang dengan cepat.
Anda juga bisa memanfaatkan magnet atau besi sembrani yang ditempelkan pada bekas sengatan hewan melata tersebut (terutama kalajengking). Hal ini dipercaya dapat dengan cepat menghilangkan rasa cekot-cekot yang ditimbulkan ketika kita terkena sengatan kalajengking ataupun sejenisnya.
itemukan di daerah pelosok desa dan pedalaman. Minta bantuan warga sekitar untuk mencarikan tanaman ini.



Jumat, 27 April 2018

legenda putri gunungledang

Setiap rakyat Malaysia pada hari ini, boleh dikatakan mengetahui akan lagenda yang satu ini, Puteri Gunung Ledang. Gunung Ledang, sebuah gunung yang terletak di sempadan daerah Muar, Johor dan Melaka dan kini menjadi lokasi terkenal sebagai destinasi pelancongan. Namun lagenda mengenai seorang puteri yang cantik jelita yang menjaga gunung tersebut, yang sehingga kini dipercayai masih mendiaminya terus menyelubungi gunung tersebut.

Sultan Mahmud Syah, Sultan Melaka yang kelapan pada ketika itu baru sahaja kemangkatan permaisurinya, Tun Kecil dan meninggalkan bakal pewaris takhta, Raja Ahmad yang masih kecil. Hibanya tidak terkata mengenangkan isteri yang telah tiada meskipun baginda mempunyai isteri-isteri yang lain, Tun Teja puteri dari Pahang serta Puteri Onang Kening, anakanda Sultan Mansur Syah dari Kelantan. Tetapi hatinya masih sunyi terasa seakan Istana Mahligai yang didiaminya itu terlalu kosong dan tidak berpenghuni. Keadaan ini membuatkan baginda sudah berberapa hari tidak menjengah Balai Rong Seri untuk bertemu para pembesar negeri. Ini amat menggusarkan hati para pembesar terutamanya Bendahara Tun Perpatih Sedang dan Laksamana Hang Tuah, dua pembesar yang amat dihormati dan berpengaruh di istana Melaka.

Namun apa yang berlaku pada suatu malam merubah segalanya apabila baginda bermimpikan seorang perempuan yang terlalu cantik paras rupanya muncul dan berasyik masyuk dengan baginda. Terlalu luar biasa akan rupa perempuan itu, membelai dan menggoda baginda sehinggakan baginda seakan tidak mahu langsung terjaga dari mimpinya. Menjelang matahari memancar di ufuk timur, segera baginda menitahkan agar dipanggil nujum istana dan lalu ditanyakan, siapakan perempuan tersebut yang muncul didalam mimpinya itu. Lalu dari telus tilikan sang nujum, lalu dikhabarkan, perempuan itu adalah Puteri Gunung Ledang, penjaga Gunung Ledang yang telah mendiami gunung tersebut sejak ratusan tahun yang lalu. Selama ini baginda hanya mendengar akan cerita orang mengenai puteri itu tetapi melalui mimpinya itu, baharulah baginda tahu yang puteri itu terlalu cantik orangnya.

Titah baginda menggemparkan istana, Sultan Mahmud berkehendakkan puteri itu dan dijadikan Permaisuri. Titah itu seakan mustahil tetapi titah tetaplah titah, yang juga mustahil untuk dibantah. Puteri Gunung Ledang akan dilamar dan akan menjadi Permaisuri Melaka. Jika benar puteri itu menerima pinangan baginda, bertambah gahlah Kerajaan Melaka, yang sultannya beristerikan seorang puteri dari kayangan. Maka, sebuah rombongan peminangan diadakan, diketuai oleh Laksamana Hang Tuah sendiri yang pada ketika itu telah pun tua, diiringi oleh Sang Setia serta ketua orang Inderagiri bernama Tun Mamat, yang dikatakan mahir dengan selok-belok didalam hutan. Segala hantaran peminangan disiapkan untuk dipersembahkan kepada Puteri Gunung Ledang, dengan harapan puteri itu bakal menerima pinangan baginda.
Maka menjelang subuh sesudah rombongan tersebut mengerjakan solat di Masjid Istana, mereka berangkat menuju ke arah selatan, dimana Gunung Ledang dikatakan terletak. Setelah berberapa hari berjalan kaki meredah hutan, rombongan itu yang dianggotai oleh Laksamana Hang Tuah, Sang Setia, Tun Mamat dan berberapa orang pengiring kini dapat merasakan perubahan cuaca disekeliling mereka. Udara dirasakan semakin sejuk dan dingin dan tahulah oleh mereka yang kini mereka sedang menaiki gunung tersebut.
Mungkin para pengiring yang lain masih gagah untuk meneruskan perjalanan ini untuk bernerapa hari lagi, tetapi ini menjadi tugas yang agak sukar bagi Hang Tuah. Hang Tuah ini bukanlah lagi Hang Tuah yang dulu terkenal dengan kegagahannya, menumpaskan Hang Jebat yan derhaka. Membinasakan pahlawan Jawa, Taming Sari dan membolot kerisnya yang kini tersisip di pinggangnya. Hang Tuah ini telah pun dimakan masa, yang kini berada diambang senja. Terlalu penat dan lemah untuk terus mendaki gunung yang gagah dan angkuh ini.
Dan keadaannya ini disedari oleh Tun Mamat. Risau benar dia melihat keadaan Laksamana tua itu yang kelihatan teramat lelah dan tercungap-cungap. Akhirnya, pada suatu tempat perhentian di pertengahan jalan ke puncak gunung, Tun Mamat mengusulkan biarlah dia sahaja dan pengiring yang lain meneruskan perjalanan. Sementara Sang Setia akan menemani Laksamana di pertengahan jalan. Tapi, ini terlalu sukar bagi Laksamana ini untuk menerima usul dari Tun Mamat itu. Diakan Laksamana, selama ini mana pernah titah dan tugas dari Baginda Sultan gagal disempurnakan? Dia adalah Hang Tuah, pahlawan teragung Kerajaan Melaka. Tapi...kini, keadaan dirinya benar-benar menyedarkan dia sebenarnya hanyalah manusia biasa yang punya kudrat dan fitrah yang terhad.
Dengan berat Laksamana Hang tuah terpaksa mengiakan akan cadangan Tun Mamat itu. Laksamana Hang Tuah yang terkulai lemah di banir sebatang pokok besar , sambil ditemani Sang Setia, memerhatikan dengan rasa kecewa sebaik Tun Mamat dan pengikut-pengikut yang lainnya mula mengorak langkah menuju ke puncak gunung hingga hilang dari pandangan mata. Senja mula menjengah hari. Sudah terasa agak lama berjalan mendaki semenjak meninggalkan Laksamana Hang Tuah dan Sang Setia. Dan udara bertambah menggigit sejuknya. Namun, Tun Mamat mula menyedari kelainan akan keadaan hutan disekeliling mereka. Mereka tidak lagi dikelilingi oleh pepohon hutan yang besar mahupun akar rotan yang berselirat disana sini, sebaliknya, muncul rimbunan pokok bunga yang pelbagai warna dan rupa. Malah udara yang mereka hirup bukan setakat dingin dan sejuk malah berbau harum pula.
Tun Mamat merasai keanehan itu. Mereka tidak lagi berada disebuah hutan belantara sebaliknya disebuah taman yang terlalu indah. Lagi anehnya, suara merdu nyanyian bersyair dan gurindam mendayu-dayu disana sini. Namun apa yang benar-benar menarik perhatian Tun mamat dan engiringnya adalah apa yang berada nun dihujung taman, berada diatas puncak sebuah bukit kecil. Terdapat sebuah balai kecil yang menjadi pusat kepada taman tersebut dan apa yang menariknya tentang balai itu, ia dibina dari tulang manusia dan berbumbungkan rambut!
Dan kedengaran suara-suara perempuan sedang bergurau senda dari arah itu, lantas membawa langkah Tun Mamat menghampirinya. Apabila telah benar-benar berada diperkarangannya, dapat dilihat seorang perempuan tua bersama berberapa orang perempuan lain sedang duduk bergurau senda. Tapi, sebaik menyedari akan seorang lelaki asing menghampiri balai itu, gurau senda dan bualan mereka terhenti serta merta. Pandangan mata mereka terpaku kepada kehadiran Tun Mamat yang sedang menanti di muka tangga balai tersebut.
Tun Mamat memperkenalkan dirinya sebagai utusan dari Sultan Mahmud Syah, Sultan Melaka yang membawa titah peminangan dari Baginda untuk Puteri Gunung Ledang. Sebaik mendengar akan kata-kata Tun Mamat itu, lantas perempuan tua itu memperkenalkan diri bahawa, beliau adalah Dang Raya Rani, ketua dayang-dayang istana Puteri Gunung Ledang, dan gadis-gadis lain yang bersamanya adalah dayang-dayang baginda. Setelah akan mendengar hajat Tun Mamat itu, Dang Raya Rani meminta untuk berlalu supaya kehadiran Tun Mamat dapat dipersembahkan kepada Puteri Gunung Ledang.
Hinggalah menjelang tengah malam, masih belum muncul Dang Raya Rani itu. Entahkan ya entahkan tidak, mereka itu dayang-dayang Puteri Gunung Ledang, perasaan curiga mula bercambah dihati Tun Mamat dan pengiring-pengiringnya. Tetapi, tiba-tiba, dari celah-celah rimbunan pohon yang membanjiri taman tersebut, muncul seorang nenek tua. Tapi nyata, yang ini, bukanlah Dang Raya Rani yang dilihatnya petang tadi. Sebaliknya nenek tua ini sudah pun bongkok tiga hingga seakan terlipat belakangnya. Dia berjalan menghampiri Tun Mamat yang mula berdiri di tangga balai sebaik menyedari kemunculan nenek tua itu.
Tanpa memberi peluang untuk Tun Mamat memperkenalkan diri, nenek tua itu seraya berkata yang beliau membawa titah dari Puteri Gunung Ledang, yang baginda menerima akan lamaran baginda tapi Baginda Sultan perlu memenuhi syarat-syarat tertentu sebagai hantaran perkahwinan iaitu
"Sebuah jambatan emas yang dibina dari istana Melaka hinga ke puncak Gunung Ledang, sebuah jambatan perak yang dibina dari puncak Gunung Ledang hingga ke istana Melaka, tujuh dulang hati nyamuk, tujuh dulang hati kuman, tujuh tempayan air mata anak dara, tujuh tempayan air pinang muda dan semangkuk darah Raja Muda"
Terbeliak mata Tun Mamat mendengar akan syarat-syarat tersebut tetapi dia sebaik mungkin cuba menyembunyikan perasaan itu. Kalau difikir dan diamati, semua syarat itu semuanya mustahil untuk dipenuhi, dan kalau benar pun, ia tentu mengambil masa bertahun-tahun untuk disempurnakan...
Sepanjang malam selepas nenek tua itu menghilangkan diri, sepatutnya setelah penat seharian mendaki gunung, pastinya mudah untuk melelapkan mata, mencari kembali tenaga sebelum mendaki turun menjelang subuh esok. Tapi tidak bagi Tun Mamat. Pelbagai perkara bermain difikirannya, tentang taman bunga dipuncak gunung, tentang balai tulang itu, tentang Puteri Gunung Ledang dan tentunya tentang syarat-syarat aneh tersebut....
Entahkan bila matanya terlelap, Tun Mamat sendiri tidak sedar. Menjelang matahari mula memancar, Tun Mamat bersama pengiring-pengiring dan barang hantaran yang sepatutnya dipersembahkan kepada Puteri Gunung Ledang, mula mengorak langkah mendaki turun dari puncak gunung. Mereka akan bertemu kembali Laksamana Hang Tuah dan Sang Setia di tempat dimana mereka ditinggalkan semalam.
Laksamana Hang Tuah menunduk apabila mengenangkan syarat-syarat yang dinyatakan oleh Tun Mamat. Dalam diam, Laksamana tahu akan maksud yang tersirat disebalik syarat yang dinyatakan oleh Puteri Gunung Ledang. Dan demi itu juga, Laksamana tua itu juga sedar, dia telah gagal. Gagal menjalankan titah Baginda Sultan dan ini tidak bermakna lagi bagi dirinya untuk pulang ke Melaka, menyembah Baginda Sultan. Maka sebaik sahaja rombongan peminangan itu tiba di kaki Gunung Ledang dimana terletaknya sebatang anak sungai, Hang Tuah berpesan kepada Tun Mamat
"Seandainya sungai ini bermuarakan Sungai Melaka, nescaya hamba akan muncul di Melaka, tapi seandainya tidak, nescaya hamba telah pun tiada. Sesungguhnnya khabarkan kepada Baginda Sultan hamba telah gagal menjalankan titah dan berasa amat aib untuk mengadap Baginda"
Setelah menyerahkan Keris Taming Sari kepada Tun Mamat untuk diserahkan kembali kepada Sultan Mahmud, Hang Tuah mencecahkan kakinya ke air sungai tersebut dan meranduk airnya hingga hilang dari pandangan sekelian ahli rombongan tersebut...Semenjak itu tidak lagi didengari sebarang khabar berita dari Laksamana yang banyak jasanya itu.

legenda putri saadong

Puteri Saadong, Pengorbanan Seorang Wanita

“Tidaklah kemahiran patik mengubati penyakit ini,
“Tetapi jika Tuanku menghormati maruah patik sebagai permaisuri kepada Raja Abdullah, dan berjanji mengembalikan patik kepada baginda suami patik sesembuhnya Tuanku,
“Maka patik akan merawat Tuanku semampu patik sehingga terpisah kesakitan ini dari tubuh Tuanku,”
Setiap seorang anak Kelantan, pasti pernah mendengar nama Puteri Saadong. Kisah yang diwarisi zaman berzaman, dari mulut ke mulut dengan pelbagai versi.
Kisah Puteri Saadong yang dirakamkan ini, adalah gabungan beberapa versi popular rakyat Kelantan. Sebuah kisah pengorbanan seorang wanita untuk tanah airnya. Rela makan hati dan terseksa asalkan rakyatnya aman bahagia.
Mengikut cerita, Puteri Saadong anak kepada Raja Loyar dari Kerajaan Jembal. Sebagai tanda persahabatan, Puteri Saadong telah diserahkan kepada Wan Kembang, pemerintah Kerajaan Chinta Wangsa.
Wan Kembang, atau lebih dikenali dengan panggilan Che Siti telah menjadikan Puteri Saadong sebagai anak angkatnya.
Bila dewasa, kejelitaan Puteri Saadong menjadi bualan meluas sehinggalah ianya jatuh ke telinga Raja Siam yang telah menghantar pinangan untuk menyunting puteri itu. Bagaimanapun pinangan itu telah ditolak oleh Che Siti dan Raja Loyar.
Terhina dengan penolakan itu, Raja Siam mengambil keputusan menggunakan kekuatan tenteranya ke atas Kerajaan Chinta Wangsa dan Kerajaan Jembal.
Bagi menyelamatkan Puteri Saadong, Che Siti dan Raja Loyar bersepakat mengawinkannya dengan sepupunya yang bernama Raja Abdullah di dalam istiadat yang penuh gilang gemilang.
Raja Abdullah dan isterinya di anugerahkan sebuah jajahan bernama Jelasin yang dijadikan sebuah negeri dan mereka dimasyhurkan sebagai pemerintah. Ada juga hikayat yang menyebut nama negeri itu ialah Kota Mahligai, wujudnya di antara Pasir Puteh dan Kota Bharu.
Walaupun mengetahui bahawa Puteri Saadong kini sudah menjadi permaisuri kepada Raja Abdullah, ia sedikitpun tidak menghalang Raja Siam untuk meneruskan keinginannya memiliki puteri jelita itu.
Rombongan Raja Siam yang diwakili oleh pembesar-pembesar negerinya, sami-sami buddha dan hulubalang-hulubalangnya akhirnya tiba di Jelasin. Mereka telah mengadap Raja Abdullah menyampaikan perutusan Raja Siam menitah diserahkan Puteri Saadong.
‘Kita tidak akan sesekali berpisah dengan permaisuri kita,” titah Raja Abdullah kepada utusan tersebut.
Maka esoknya, hulubalang-hulubalang Raja Siam telah menyerang Jelasin dengan niat untuk merampas Puteri Saadong dari Raja Abdullah dan dibawa belayar ke Siam.
Raja Abdullah telah menitahkan supaya seluruh rakyatnya mempertahankan negeri itu. Tercetuslah pertumpahan darah pada skala yang tidak pernah dilihat di negeri yang baru sahaja wujud itu.
Hulubalang-hulubalang dari Siam terpaksa berundur.
Apabila keadaan reda, Raja Abdullah dan Puteri Saadong telah berangkat melihat sendiri musibah yang melanda negeri mereka. Puteri Saadong sungguh tertekan perasaannya bila melihat ramai rakyat terkorban. Isteri-isteri kematian suami, dan ibu-ibu kehilangan anak-anak lelaki mereka.
Tidak lama selepas itu, sampai perkhabaran bahawa hulubalang-hulubalang Siam telah bersedia untuk menyerang bagi gelombang kedua dengan kekuatan tentera yang lebih besar dan kelengkapan perang yang tidak mungkin dapat ditandingi oleh kerajaan-kerajaan di Kelantan ketika itu.
Melihat kegelisahan rakyatnya dan juga kerisauan suaminya terhadap musibah baru yang akan melanda negeri mereka, Puteri Saadong akhirnya bertitah supaya dia diserahkan kepada Raja Siam dengan syarat suaminya dan rakyat negeri Jelasin tidak akan diusik bahkan akan dinaungi dari sebarang ancaman oleh Raja Siam.
Dihikayatkan, Raja Abdullah tanpa berfikir panjang telah bersetuju bahawa hanya itu sahaja jalan keluar terbaik lalu segera menghantar utusan kepada hulubalang-hulubalang Siam.
Berbekalkan linangan airmata dan hati yang hancur, Puteri Saadong tabahkan dirinya belayar ke Negeri Siam.
Keberangkatan tiba Puteri Saadong ke Negeri Siam telah diraikan dengan penuh meriah. Bagaimanapun, sebaik Puteri Saadong menjejakkan kakinya di istana barunya itu, Raja Siam jatuh gering.
Setelah beberapa hari berlalu, Raja Siam yang tidak sembuh-sembuh telah menitahkan supaya dia diusung ke kamar Puteri Saadong.
Keberangkatan Raja Siam disambut Puteri Saadong dengan hormat dan bermaruah.
“Patik lihat ada kudis di dada Tuanku, sudah lamakah Tuanku mengidapinya?” tanya Tuan Puteri itu.
“Ya,” jawab Raja Siam yang menjelaskan penyakitnya itu mula muncul pada hari keberangkatan tiba Puteri Saadong.
“Walaupun kecil, tapi sungguh bisa. Kerana bisa yang tidak mampu beta tanggung, tidak dapatlah kita bertemu lebih awal seperti keinginan beta,” titah Raja Siam.
Bahkan, lebih lama Raja Siam bersama Puteri Saadong, bertambah berdenyut-denyut sakitnya hingga hampir hilang kewarasaan baginda menahannya. Lalu disebabkan tidak tertahan lagi, baginda terpaksa meninggalkan kamar itu.
Pelbagai bomoh dan tabit dipanggil mengadap untuk merawat baginda, tetapi semakin lama, semakin merebak kudis-kudis kecil itu. Kesakitan itu amat sangat kuatnya, dan bertambah-tambah lagi bila baginda menghampiri Puteri Saadong.
Melihat kegeringan baginda mula menjejaskan pemerintahan Kerajaan Siam, ketua sami mengadap Raja Siam dan menawarkan pandangannya. Setelah bersujud sembah dan memohon diampunkan segala yang akan dituturkan, ketua sami itu menawarkan pandangannya.
Pada firasat ketua sami itu, geringnya baginda ada kaitan dengan kehadiran Puteri Saadong ke tanah Siam dan menasihatkan baginda menitahkan supaya Puteri Saadong mengadap dan mendengar pandangan tuan puteri tentang penyakit yang dialaminya itu.
Maka atas titah baginda, Puteri Saadong dibawa mengadap. Seperti sebelum-sebelumnya, bertambah-tambah sakit baginda bila berada hampir dengan tuan puteri itu.
Bertanyalah baginda Raja Siam kepada Puteri Saadong, adakah musibah yang dialaminya itu adalah atas angkara Puteri Saadong.
“Ampunkan patik tetapi pada firasat patik, musibah ini, adalah angkara perbuatan Tuanku sendiri,” kata Puteri Saadong.
“Manakan patik berdendam, atau berniat jahat kepada Tuanku, kerana kehadiran patik atas pilihan dan persetujuan patik sendiri,
“Tetapi hati patik remuk dan hancur mengenangkan kekanda patik yang ditinggalkan bersama rakyat patik yang tidak keruan menanggung derita akibat perbuatan hulubalang Tuanku.
“Manakan patik mampu berperasaan tidak baik pada Tuanku, sedangkan jiwa raga patik, dan segala perasaan patik, telah berkubur sebaik melangkah meninggalkan negeri patik.
“Patik yang hadir pada tuanku, hanya sekujur jasad tidak berperasaan lagi,” luah Puteri Saadong.
Mendengar bait-bait kata Tuan Puteri yang bersimpuh di lantai itu, bercampurlah airmata yang mengalir kerana menahan kesakitan dengan airmata menahan kesedihan di pipi Raja Siam.
“Tidaklah kemahiran patik mengubati penyakit ini,
“Tetapi jika Tuanku menghormati maruah patik sebagai permaisuri kepada Raja Abdullah, dan berjanji mengembalikan patik kepada baginda suami patik, sesembuhnya Tuanku,
“Maka patik akan merawat Tuanku semampu patik sehingga terpisah kesakitan ini dari tubuh Tuanku,”
Mulai dari saat itu, Raja Siam diasuh oleh Puteri Saadong, dijaga makan minum, diberi ubat-ubat yang disediakan para tabit, dan dibersihkan kudis-kudis itu.
Lama kelamaan, kesihatan Raja Siam beransur-ansur pulih.
Maka dipanggilnya mengadap pembesar-pembesar negeri lalu dititahkan supaya disiapkan sebuah bahtera untuk membawa Puteri Saadong berangkat pulang ke Negeri Jelasin.
Apabila Raja Siam sudah sembuh, baginda tidak lagi berlengah untuk menunaikan janjinya. Sebagai tanda terima kasih baginda kepada Puteri Saadong, baginda menghadiahkan berpasang-pasang persalinan dari sutera, batu-batu permata dan barang-barang perhiasan dan pinggan mangkuk.
Belayarlah Puteri Saadong ke negeri tumpah darahnya.
Takkala bersama pengiring-pengirinya tiba di Jelasin, kegembiraan Puteri Saadong bertukar gusar seolah mendapat petanda bahawa kekecewaan baru akan menimpanya.
Terdapat beberapa versi yang menceritakan apa yang berlaku seterusnya. Tetapi semuanya menjurus kepada satu, iaitu kepulangan Puteri Saadong tidak disambut dengan hati yang tenang oleh suaminya Raja Abdullah.
Puteri Saadong mendapati Raja Abdullah sudah mempunyai pengganti dirinya, dan paling mengecewakan ialah dituduh berlaku curang oleh Raja Abdullah sendiri.
Tidak tahan penghinaan terhadap dirinya, sedangkan Puteri Saadong telah berkorban segala-galanya untuk suami dan negerinya, Puteri Saadong bangkit untuk mempertahankan maruah dan kali ini berjuang untuk nama baiknya sendiri.
Dihikayatkan berlaku pertengkaran di antara Raja Abdullah dan Puteri Saadong yang berakhir dengan Raja Abdullah terbunuh ditikam dengan cucuk sanggol.
Selepas peristiwa tersebut, Puteri Saadong meninggalkan tahta kerajaan Jelasin kepada adik iparnya, Raja Rahim.
Puteri Saadong dihikayatkan mengasingkan diri bersama pengiring-pengiring dan penjaganya yang bernama Awang Selamat di Bukit Marak, berdekatan dengan Bachok dan akhirnya ke Gunung Ayam berhampiran Sungai Nenggiri.
Sewaktu Puteri Saadong bersemayam di Bukit Marak, penduduk tempatan meriwayatkan sekiranya ada majlis kenduri kendara, maka penduduk-penduduk disitu akan meminjam pinggan-mangkuk yang ditemui di sebuah gua di bukit tersebut. Pinggan mangkuk itu dikatakan milik Puteri Saadong.
Seperti yang kita duga, pinggan mangkuk itu kemudiannya ada yang pecah dan ada yang tidak dikembalikan. Ini akhirnya membuat Puteri Saadong merajuk lalu pergi mengasingkan diri ke Gunung Ayam.
Mengikut hikayat, di Gunung Ayamlah Puteri Saadong akhirnya ghaib. Ada juga cerita-cerita turun temurun yang meriwayatkan bahawa Puteri Saadong dilihat muncul setiap kali sebelum musibah besar melanda Negeri Kelantan. Antaranya sebelum banjir besar 1926 dan juga sebelum Jepun memasuki Tanah Melayu.
Di dalam banyak sebab, lagenda Puteri Saadong mempunyai banyak persamaan dengan lagenda Mahsuri dan Laksamana Hang Tuah di dalam hikayat-hikayat Melayu. Pokok pangkalnya berkisar kepada soal fitnah dan kesetiaan.

legenda melayu hang tuah

Hikayat Hang Tuah

Pada suatu ketika ada seorang pemuda yang bernama Hang Tuah, anak HangMahmud. Mereka bertempat tinggal di Sungai Duyung. Pada saat itu, semua orangdi Sungai Duyung mendengar kabar teng Raja Bintan yang baik dan sopan kepadasemua rakyatnya.Ketika Hang Mahmud mendengar kabar itu, Hang Mahmud berkata kepadaistrinya yang bernama Dang Merdu,”Ayo kita pergi ke Bintan, negri yang besar itu,apalagi kita ini orang yang yang miskin. Lebih baik kita pergi ke Bintan agar lebihmudah mencari pekerjaan.”Lalu pada malam harinya, Hang Mahmud bermimpi bulan turun dari langit.Cahayanya penuh di atas kepala Hang Tuah. Hang Mahmudpun terbangun danmengangkat anaknya serta menciumnya. Seluruh tubuh Hang Tuah berbau sepertiwangi-wangian. Siang harinya, Hang Mahmud pun menceritakan mimpinya kepadaistri dan anaknya. Setelah mendengar kata suaminya, Dang Merdu pun langsungmemandikan dan melulurkan anaknya.Setelah itu, ia memberikan anaknya itu kain,baju, dan ikat kepala serbaputih. Lalu Dang Merdu member makan Hang Tuah nasi kunyit dan telur ayam,ibunya juga memanggil para pemuka agama untuk mendoakan selamatan untukHang Tuah. Setelah selesai dipeluknyalah anaknya itu.Lalu kata Hang Mahmud kepada istrinya,”Adapun anak kita ini kita jaga baik-baik, jangan diberi main jauh-jauh.”Keesokan harinya, seperti biasa Hang Tuah membelah kayu untukpersediaan. Lalu ada pemberontak yang datang ke tengah pasar, banyak orangyang mati dan luka-luka. Orang-orang pemilik took meninggalkan tokonya danmelarikan diri ke kampong. Gemparlah negri Bintan itu dan terjadi kekacauandimana-mana. Ada seorang yang sedang melarikan diri berkata kepada Hang Tuah,”Hai, Hang Tuah, hendak matikah kau tidak mau masuk ke kampung.?”Maka kata Hang Tuah sambil membelah kayu,”Negri ini memiliki prajurit danpegawai yang akan membunuh, ia pun akan mati olehnya.”Waktu ia sedang berbicara ibunya melihat bahwa pemberontak itu menuju Hang Tuah samil menghunuskan kerisnya. Maka ibunya berteriak dari atas toko,katanya,”Hai, anakku, cepat lari ke atas toko!”Hang Tuah mendengarkan kata ibunya, iapun langsung bangkit berdiri danmemegang kapaknya menunggu amarah pemberontak itu. Pemberontak itu datangke hadapan Hang Tuah lalu menikamnya bertubi-tubi. Maka Hang Tuah punMelompat dan mengelak dari tikaman orang itu. Hang Tuah lalu mengayunkankapaknya ke kepala orang itu, lalu terbelalah kepala orang itu dan mati. Maka kataseorang anak yang menyaksikannya,”Dia akan menjadi perwira besar di tanahMelayu ini.” Terdengarlah berita itu oleh keempat kawannya, Hang Jebat, Hang Kesturi,Hang Lekir, dan Hang Lekui.
 
Mereka pun langsung berlari-lari mendapatkan Hang Tuah. Hang Jebat danHang Kesturi bertanya kepadanya,”Apakah benar engkau membunuh pemberontakdengan kapak?”Hang Tuah pun tersenyum dan menjawab,”Pemberontak itu tidak pantasdibunuh dengan keris, melainkan dengan kapak untuk kayu.”Kemudian karena kejadian itu, baginda raja sangat mensyukuri adanya sangHang Tuah. Jika ia tidak datang ke istana, pasti ia akan dipanggil oleh Sang Raja.Maka Tumenggung pun berdiskusi dengan pegawai-pegawai lain yang juga iri hatikepada Hang Tuah. Setelah diskusi itu, datanglah mereka ke hadapan Sang Raja.Maka saat sang Baginda sedang duduk di tahtanya bersama parabawahannya, Tumenggung dan segala pegawai-pegawainya datang berlutut, lalumenyembah Sang Raja, “Hormat tuanku, saya mohon ampun dan berkat, adabanyak berita tentang penghianatan yang sampai kepada saya. Berita-berita itusudah lama saya dengar dari para pegawai-pegawai saya.”Setelah Sang Baginda mendengar hal itu, maka Raja pun terkejut lalubertanya, “Hai kalian semua, apa saja yang telah kalian ketahui?”Maka seluruh menteri-menteri itu menjawab, “Hormat tuanku, pegawai sayayang hina tidak berani datang, tetapi dia yang berkuasa itulah yang melakukan halini.”Maka Baginda bertitah, “Hai Tumenggung, katakana saja, kita akanmembalasanya.”Maka Tumenggung menjawab, “Hormat tuanku, saya mohon ampun dan berkat,untuk datang saja hamba takut, karena yang melakukan hal itu, tuan sangatmenyukainya. Baiklah kalau tuan percaya pada perkataan saya, karena jika tidak,alangkah buruknya nama baik hamba, seolah-olah menjelek-jelekkan orang itu.Setelah Baginda mendengar kata-kata Tumenggung yang sedemikian itu,maka Baginda bertitah, “Siapakah orang itu, Sang Hang Tuah kah?”Maka Tumenggung menjawab, “Siapa lagi yang berani melakukannya selainHang Tuah itu. Saat pegawai-pegawai hamba memberitahukan hal ini pada hamba,hamba sendiri juga tidak percaya, lalu hamba melihat Sang Tuah sedang berbicaradengan seorang perempuan di istana tuan ini. Perempuan tersebut bernama DangSetia. Hamba takut ia melakukan sesuatu pada perempuan itu, maka hambadengan dikawal datang untuk mengawasi mereka.”Setelah Baginda mendengar hal itu, murkalah ia, sampai mukanya berwarnamerah padam. Lalu ia bertitah kepada para pegawai yang berhati jahat itu,“Pergilah, singkirkanlah si durhaka itu!”Maka Hang Tuah pun tidak pernah terdengar lagi di dalam negri itu, tetapi si Tuah tidak mati, karena si Tuah itu perwira besar, apalagi di menjadi wali Allah.Kabarnya sekarang ini Hang Tuah berada di puncak dulu Sungai Perak, di sana iaduduk menjadi raja segala Batak dan orang hutan. Sekarang pun raja ingin bertemu
 
dengan seseorang, lalu ditanyainya orang itu dan ia berkata, “Tidakkah tuan inginmempunyai istri?”Lalu jawabnya, “Saya tidak ingin mempunyai istri lagi.”Demikianlah cerita Hikayat Hang Tuah.

membuat hiasan di dalam botol

membuat hiasan di dalam botol


membuat kuning telur berada diluar

membuat kuning telur berada di luar


Jumat, 20 April 2018

Welcome to buk Wati Blog: TUGAS AKHIR 5 TIK.OI

Welcome to buk Wati Blog: TUGAS AKHIR 5 TIK.OI: Dear All, 1.   Carilah Logo seperti berikut ini: 2.    Carilah background bunga dan edit melalui photoshop, cari jenis tulis...

Welcome to buk Wati Blog: TUGAS AKHIR 5 TIK.OI

Welcome to buk Wati Blog: TUGAS AKHIR 5 TIK.OI: Dear All, 1.   Carilah Logo seperti berikut ini: 2.    Carilah background bunga dan edit melalui photoshop, cari jenis tulis...
gambar daun talas


gambar peta




tugas akhir 05





gambarlogo widya




gambar beautiful flower

 

gtugas akhir 05 oI

cara membuat es cream putar

gue ada cara gimana buat es cream putar
kalau kalian liat ayo ikutin aku deh


Jumat, 06 April 2018

bahaya radiasi hp

ada banyak bahaya dalam penggunaan hp yang berlebihan contohnya radiasi hp yang dapat menggangu kesehatan manusia contohnya
kalian lihat saja di bawah ini

  • .Kerusakan otak
  •  Gangguan tidur
  •  Tubuh mudah lelah
  •  Sakit kepala berulang
  • Berpotensi terserang Alzheimer
  •  Merusak janin
  •  Anak terlalu hiperaktif
  •  Gangguan telinga
  • ginjal rusak
  • Serangan jantung
 

Selasa, 03 April 2018

video cara membuat gambar kaligrafi yang indah

bagi kalian yang suka mengambar tentang seni ayo lihat dong tips mengambar kaligrafi mudah


tips mudah pintar

bagi kamlian yang ingin cepat pintar nih ada tipsnya dari aku


1. Olahraga

 2. Memainkan Musik

 3. Bermain Game

 4. Belajar Bahasa Baru

 

membuat escream sederhana

cuaca panas enak minum yang di ngin dinginkanakupunya video nih tentang cara escream yang enak dan lezat sebagai sajian dalam cuaca yang kayak sekarangni
ok kita lihat yuk cara membuatnya
cikedout.....


Selasa, 27 Maret 2018

tips belajar yang baik

halo teman teman anda ingi ntahu....
nggak gimana caranya belajar sehat tanpa mempengaruhi kesehatan anda
ayo lihat deh tipsnya


1. Tips belajar – Disiplin dan ulet setiap hari

2. Tips belajar – Biasakan bertanya bila belum paham

3. Tips belajar – Catatan kecil

4. Tips belajar – Suasana ko

5. Tips belajar – Belajar kelompok


tips menghemat baterai hp

     tips menghemat baterai hp:
  1. Kurangi Tingkat Kecerahan Layar.
  2. Gunakan Wallpaper Warna Gelap/ Hitam.
  3. Manfaatkan Fitur Ultra-Saving Mode. 
  4. Matikan Auto-Sync.
  5. Matikan Fitur Location/ GPS Saat Tidak Dipakai
  6. Kurangi Penggunaan Data Internet.
  7. Gunakan Fitur Boost.

tips melipat baju jaman now

hai guys....
bosan melipat baju di rumah?
gue ada video gimana caranya melipat baju dengan cepat
mau tahu nggak?
cikedout !


tentang saya

hai teman teman ku semua .......
nama saya reka febriani saya lahir paa tanggal 23februari 2003,saya merupakan anakke-6 dari 7bersaudara walaupun kami memiliki saudara yang ramai tetapi kami tetap saling membantu sama lain ya tidak ada kata pertyengkaran di keluaragaku dan  sekarang saya udah kelas 9 di mts 1 kep.meranti saya sekarang mulai menghadapi berbagai ujian dalam kelulusan ,walaupun berbagai masalah saya tidak akan pernah putus asa dalam meraih mimpi dan cita citaku ,cita citaku bukanlah sekedar impian tetapi merupakan awal dari kenyataan  saya harap anda ingin melihat cerita cerita atau diary yang saya curhatkan di blog ini dan saya berharap anda ingin berkomunikasi di blog saya  karena mungkin kita bisa berbagi informasi atau curhatan lainya sehingga masalah dalam hati dapat teralihkan 
welcome to my blog rekadi hati.blogspot.co.id

about me